SLIDE-1-TITLE-HERE
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...
SLIDE-2-TITLE-HERE
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...
SLIDE-3-TITLE-HERE
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 17 Februari 2012
Kangen
Seperti putaran angin dalam tubuh badai dan hujan yang lebat
Kutulis lagi puisi untukmu. Kusujudkan baitbait puisiku padamu
Angin yang menggigil mengeluskan kangenmu padaku
Semuanya telah sampai Violina, peluk ciummu
Telah sampai pada tubuhku
Selembar kertas puisi menari nari di atas lantai
Plastik sisa sisa buku yang kita beli melayang layang.
Cintamu Violina, telah sampai di dermaga kesetiaanku
Dari jarak yang jauh, kucium wangi parfum pakaianmu
Dan senyum yang menggetarkan itu telah kusimpan
Dalam paras rinduku.
Kau dengar
Gemerisik daunan gugur dari ranting pohonan di samping rumahmu,
Itu karena angin tersungkur dan menggenggam kangenmu padaku.
Februari, 2012
Selasa, 08 November 2011
SETELAH SISA-SISA KEMARAHAN
Nyanyian yang berterbangan dari mulutmu
dan suara petikan gitar yang mematahkan tiang-tiang sepi
telah merambati tanah, akar pohonan, memantul dan berloncatan
meledak di perut kegelapan
berulang-ulang terngiang di gendang telingaku,
membuatku hampir terbunuh
Ingatan ini perlahan menguap
setelah sisa-sisa kemarahan tumpah dari mulutmu
dan kesedihan telah diterbangkan angin ke arah lain
kita pun berpeluk dan berciuman kembali
melekat seperti kain. Kerinduan kita telah berpilin,
tamatlah riwayat sepi
kembali kutulis lagi puisi demi puisi
November
dan suara petikan gitar yang mematahkan tiang-tiang sepi
telah merambati tanah, akar pohonan, memantul dan berloncatan
meledak di perut kegelapan
berulang-ulang terngiang di gendang telingaku,
membuatku hampir terbunuh
Ingatan ini perlahan menguap
setelah sisa-sisa kemarahan tumpah dari mulutmu
dan kesedihan telah diterbangkan angin ke arah lain
kita pun berpeluk dan berciuman kembali
melekat seperti kain. Kerinduan kita telah berpilin,
tamatlah riwayat sepi
kembali kutulis lagi puisi demi puisi
November






